Rabu, 28 November 2012

Konsep Dasar Strategi Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer dan diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Seorang yangb erperang dalam mengatur strategi, untuk memenagkan peperangan sebelum melakukan tindakan, ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitasnya. Setelah semuanya diketahui, baru kemudian ia akan menyusun tindakannya yang harus dilakukan, baik tentang siasat peperangan yang harus dilakukan, taktik dan teknik peperangan, maupun waktu yang tepat untuk melakukan serangan. Dengan demikian dalam menyusun strategi perlu memperhitungkan berbagai faktor, baik dari dalam maupun dari luar.
Istilah strategi, sebagaimana banyak istilah lainnya, dipakai dalam banyak konteks dengan makna yang tidak selalu sama. Didalam konteks belajar mengajar, strategi berarti pola umum perbuatan guru-peserta didik didalam perwujudan kegiatan balajar-mengajar. Sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud tampak dipergunakan atau dipercayakan guru dan peserta didik didalam macam-macam peristiwa belajar. Dengan demikian maka komsep strategi dalam hal ini merujuk pada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru dan peserta didik didalam peristiwa belajar-mengajar. Implisit dibalik karakteristik abstrak itu adalah rasional yang membedakans trategi yang satu dari strateegi yang lain secara fundamental. Istilah lain yang yang juga dipergunakan untuk maksud ini adalah model-model mengajar. Sedangkan rentetan perbuatan guru-peserta didik  dalam suatu peristiwa belajar-mengajar aktual tertentu, dinamakan prosedur instruksional.

B.     Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas dapat diambil beberapa pokok permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu:
1.      Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran
2.      Bagaimana konsep dasar strategi pembelajaran
3.      Apa saja pembagian klasifikasi strategi pembelajaran
4.      Apa saja komponen strategi pembelajaran



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi berasal dari bahasa yunani yaitu strategos yang artinya suatu usaha untuk mencapai suatu kemenangan dalam suatu peperangan awalnya digunakan dalam lingkungan militer namun istilah strategi digunakan dalam berbagai bidang yang memiliki esensi yang relatif sama termasuk diadopsi dalam konteks pembelajaran yang dikenal dalam istilah strategi pembelajaran.[1]
Menurut J.R David (1976) strategi pembelajaran adalah perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sementara itu dick and Carey (1985) berpendapat bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar siswa/peserta latih.
Pendapat dari moedjiono (1993) strategi pembelajaran adalah kegiatan guru untuk memikirkan dan mengupayakan terjadinya konsisiten antara aspek-aspek dari komponen pembentuk sistem pembelajaran, dimana untuk itu guru menggunakan siasat tertentu.Merujuk dari beberapa pendapat diatas strategi pembelajaran dapat dimaknai secara sempit dan luas. Secara sempit strategi mempuanyai kesamaan dengan metoda yang berarti cara untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Secara luas strategi dapat diartikan sebagai suatu cara penetakapan keseluruhan aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran, teramasuk perencanaan, pelaksanaan dan penilaian.
Setelah mencermati konsep strategi pembelajaran, kita perlu mengkaji pula tentang istilah lain yang erat kaitannya dengan strategi pembelajaran dan memiliki keterkaitan makna yaitu pendekatan, metoda, dan teknik.
a.       Pendekatan pembelajaran adalah suatu cara pandang dalam melihat dan memahami situasi pembelajaran. Terdapat dua pendekatan dalam pembelajaran yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centred approach) dan pendekatan yang berpusat pada  siswa (student centred approach)
b.      Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam menyampaikan bahan agar tujuan atau kompetensi dasar tercapai.
Strategi pembelajaran berbeda dengan desain instruksional karena strategi pembelajaranberkenaan dengan kemungkinan variasi pola dalam arti macam dan urutan umum perbuatan belajr-mengajar yang secar prinsip berbeda antara yang satu dengan yang lain, sedangkan desain instruksional menunjuk pada cara-cara merencanakan sesuatu sistem lingkungan belajar tertentu, setelah ditetapkan untuk menggunakan satu atau lebih strategi pembelajaran tertentu. Kalau disejajarkan dalam pembuatan rumah, pembicaraan tentang (bermacam-macam) strategi pembelajaran adalah ibarat melacak berbagai kemungkinan macam rumah yang akan dibangun, sedangkan desain instruksional adalah penetapan cetak biru rumah yang akan dibangun itu serta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan langkah-laangkah konstruksinya maupun kreterian penyelesaian dari tahap ke tahap sampai dengan penyelesaian akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibuat.[2]

B.     Konsep Dasar Strategi Pembelajaran
Menurut Mansur (1991) terdapat empat konsep dasar strategi pembelajaran:
1.      Mengidentifikasikan serta menetapkan tingkah laku dari kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan sesuai tuntutan dan perubahan zaman.
2.      Mempertimbangkan dan memilih sistem belajar mengajar yang tepat untuk mencapai sasaran yang akurat.
3.      Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belaajr mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam menunaikan kegiatan mengajar.
4.      Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.[3]
C.    Pengelompokan Strategi Pembelajaran
Dalam hal ini ada dua pengelompokan yaitu pengelompokan dari Gagne dan Briggs dan pengelompokan menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil.
1.      Pengelompokan Gagne dan Briggs
Kedua pakar ini mengelompokan strategi pengajaran menurut dasarnya menjadi lima macam:
a.       Pengaturan Guru Dan Peserta Didik
b.      Struktur Even Dan Pengajaran
c.       Peranan Guru-Peserta Didik Dalam Mengolah Pesen
d.      Proses Pengolahan Pesan
e.       Tujuan-Tujuan Belajar

2.      Pengelompokan Bruce Joyce dan marsha Weil
Pengelompokan ini lebih komprehinsif dibandingkan dengann pengelompokan Gagne dan Briggs sebagai mana yang diuraikan didepan.
Bruce Joyce dan Marsha Weil mengemukakan empat klasifikasi model-model pengajaran/mengajar:
a.       Klasifikasi Model-Model Interaksi Sosial
b.      Klasifikasi Model-Model Pengolahan Informasi
c.       Klasifikasi Model-Model Personal-Humanistik
d.      Klasifikasi Model-Model Modifikasi Tingkah Laku.

D.    Variabel-Variabel Strategi Pembelajaran
1.      Tujuan dan Bahan Pelajaran
Belajar terjadi pada situasi tetentu, yang berbeda dari situasi lain yaitu yang desebut pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari komponen atau unsur: tujuan, bahan, strategi, alat, siswa, dan guru. Seperti yang telah anda ketehui bahwa tujuan pembelajaran menurut Bloom dkk meliputri tiga ranah, yaitu pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik) dan sikap (afektif).
Menurut pendapat Gagne (1988) mengelompokan kemampuan-kemampuan sebagai hasil belajar didalam lima kelompok, yaitu:[4]
a.       Keterampilan Intelektual; merupakan ketermpilan pikiran, yang jika dihubungkan dengan pendapat Bloom termasuk ranah kognitif. Keterampilan intelektual terbagi atas beberapa tahapan.
1)      Diskriminasi
2)      Konsep-konsep konkrit
3)      Konsep terdefinisi
4)      Aturan-aturan
5)      Aturan-aturan tingkat tinggi
b.      Strategi Kognitif; merupakan suatu proses kontrol, yaitu suatu proses interrnal yang digunakan seseorang untuk memilih dan mengubah cara-cara memberikan perhatian, belajar, mengingat, dan berfikir (gagne, 1985).
c.       Invormasi Verbal; yang termasuk verbal ialah nama atau label, fakta dan pengetahuan. Tujuan akhir pelajaran informasi verbal adalah seseorang mengetahuinya (mampu mengingatnya). Informasi verbal diperoleh seseorang melalui pendengaran (katak-kata ynag diucapkan oleh orang lain, radio, tv, dan sejenisnya) dan melalui membaca.
d.      Keterampilan Motorik; yang dimaksud ketermpilan-keterampilan motorik tidak hanya mencakup kegiatan-kegiatan fisik, akan tetapi digabung dengan keterampilan intelektual.
e.       Sikap; Sikap (afektif) merupakan salah satu ranah perilaku manusia atau siswa yang merupakan kegiatan dari tujuan pendidikan yang tidak dapat dipisahkan dari ranah kognitif dan psikomotorik. Jujur, sopan, ramah, suka menolong orang lain, hati-hati, rajin, kreatif, kritis, disiplin, dan sejenisnya merupakan sikap-sikap positif yang harus dibentuk dan dikembangkan pada diri setiap peserta didik.
E.     Klasifikasi Strategi Pembelajaran
Strategi dapat di klasifikasikan menjadi 4, yaitu:[5]
1.      Strategi pembelajaran langsung
Strategi pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru. Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. Pembelajaran langsung biasanya bersifat deduktif.
Kelebihan strategi ini adalah mudah untuk direncanakan dan digunakan, sedangkan kelemahan utamanya dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan, proses-proses, dan sikap yang dipergunakan untuk pemikiran kritis dan hubungan interpersonal serta belajar kelompok. Agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan pemikiran kritis, strategi pembelajaran langsung perlu dikombinasikan dengan strategi pembelajaran yang lain.
2.      Strategi pembelajaran tak langsung
Strategi pembelajaran tak langsung sering disebut induktif. Berlawanan dengan strategi pembelajaran langsung, pembelajaran tak langsung umumnya berpusat pada peserta didik, meskipun dua strategi tersebut dapat saling melengkapi. Peranan guru bergeser dari seseorang penceramah menjadi fasilitator. Guru mengelola lingkungan belajar dan memberikan kesmpatan peserta didik untuk terlibat. 
3.      Strategi pembelajaran interaktif
Pembelajaran interaktif menekankan pada diskusi dan sharing di antara peserta didik. Diskusi dan sharing memberi kesempatan peserta didik untuk bereaksi terhadap gagasan, pengalaman, pendekatan dan pengetahuan guru atau temannya dan untuk membangun cara alternatif untuk berfikir dan merasakan.
4.      Strategi pembelajaran empirik
Strategi pembelajaran empirik berorientasi pada kegiatan induktif, berpusat pada peserta didik, dan berbasis aktivitas. Refleksi pribadi tentang pengalaman dan formulasi perencanaan menuju penerapan pada konteks yang lain merupakan faktor kritis dalam pembelajaran empirik yang efektif.
5.      Strategi pembelajaran mandiri
Belajar mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Fokusnya adalah pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik dengan bantuan guru. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan teman atau sebagai bagian dari kelompok kecil. 

F.     Komponen Strategi Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu sistem instruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Suatu selaku sistem, pembelajaran meliputi suatu komponen, antar lain, tujuan, guru, peserta didik, evaluasi, dan sebagainya. Agar tujuan tercapai, semua komponen harus ada diorganisasikan sehingga antar sesama komponen terjadi kerja sama. Oleh karena itu, guru tidak bolah hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode, bahan den evaluasi saja, tetapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.
Komponen-komponen strategi pembelajaran tersebut akan mempengaruhi jalannya pembelajaran, untuk itu semua komponen strategi pembelajaran merupakan faktor yang berpengaruh terhadap strategi pembelajaran. Untuk lebih mempermudah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap strategi pembelajaran, komponen strategi pembelajaran dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu:
a.              Peserta didik sebagai raw input
b.              Intering behavior peserta didik
c.              Instrumental input atau sasaran
G.    CBSA Sebuah Strategi Pembelajaran
CBSA (cara belajar siswa aktif) sebagai istilah yang sama maknanya dengna student active learning (SAL). “CBSA bukanlah sebuah “ilmu” atau “teori”, tetapi merupakan salah satu strategi partisipasi peserta didik sebagi subjek didik secara optimal sehingga peserta didik mampu merubah dirinya (tingkah laku, cara berfikir, dan bersikap) secara lebih efektif dan efisien.
Mc Kenchie (1954) mengisyaratkan bahwa variasi kadar CBSA itu dipengaruhi oleh tujuh faktor.
1.      Faktor partisipasi peserta didik dalam menetapkan tujuan pengajaran misalnya, tujuan dirusmuskan supaya peserta didik  mempelajari bunyi-bunyi vokal bahasa indonesia.
2.      Stressing pada segi efektif dalam pengajaran seperti tujuan tersebut maka segi efektif dapat ditumbuhkan dengan menjelaskan peranan bunyi-bunyi vokal dalam menentukan makana kata.
3.      Interaksi guru dan peserta didik dalam kel;as pengajaran. Hendaknya diupayakan oleh guru suatu interaksi optimal (komunikasi multi arah)
4.      Tanggapan guru terhadap peserta didik.
5.      Rasa keterpaduan dalam kelompok kelas.
6.      Pengambilan keputusan terhadap sesuatu masalah oleh peserta didik.
7.      Ada cukup waktu untuk memberikan bimbingan bagi peserta didik.
Dr Nana Sudjana berpendapat bahwa, optimalitas keterlibatan/ keaktifan belajar siswa  itu dapat dikondisikan. Menurutnya, melalui indikator CBSA dapat dilihat tingkah laku manan yang muncul dalam suatu proses pengajaran berdasarkan apa yang dirancang oleh guru. Indikator itu dapat dilihat dari lima segi:[6]
1.      Dari Segi Peserta Didik
2.      Dari Segi Guru.
3.      Dari Segi Program
4.      Dari Segi Situasi Belajar
5.      Dari Segi Sarana Belajar.



BAB III
PENUTUP
Strategi pembelajaran sangat dibutuhkan oleh setiap guru karena terdapat kegiatan-kegiatan yang dapat digunakan dan dimanfaatkan serta tersusun untuk mencapai tujuan. Tiap proses belajar memiliki strategi pembelajran tertentu. Gunanya adalah agar peserta belajar dapat mengikuti proses belajar demikian pula sehingga mampu mencapai manfaat belajar yang maksimum.
Seorang guru bisa menggunakan berbagai bentuk strategi yang digunakan agar siswa tidak merasa bosan pada saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga kelas akan terasa lebih hidup dan menyenangkan.



DAFTAR PUSTAKA
Dewi,Masitoh & Laksmi, Strategi Pembelajaran, Jakarta: DEPAG RI, 2009
Prasetya, Abu Ahmadi dan Joko Tri, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pusaka Setia, 2003.
Paturrohmah, Pupuh dan Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Refika Aditama, 2007.
Rohani,Ahmad, Pengelolaan Pembelajaran, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004, hal


[1]Masitoh & Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: DEPAG RI, 2009),h. 37.
[2]Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pusaka Setia, 2003), h. 47.
[3]Pupuh Paturrohmah dan Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Refika Aditama, 2007), h. 46.
[4]Masitoh & Laksmi Dewi,Op Cit, h. 38
[5]http://wordnetweb.princeto.edu/perl/webwn?s=strategy.Online,07,maret,2011
[6]Ahmad Rohani, PengelolaanPembelajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004), h. 63.


EmoticonEmoticon